jenis ilmu pelet dan penangkalnya

jenis ilmu pelet dan penangkalnya

1. Ilmu pelet yang berada di makanan, ini temasuk yang paling bahaya & bila udah termakan dengan makanan yang telah di beri jampi-jampi pelet itu , maka si korban sulit di sembuhkan & sifatnya mengakar dalam diri, biasnya para pelaku pelet ini sengaja memberi suatu makanan ( bisanya kue-kue atau nasi ) di sebabkan sesuatu, entah karna iya terlalu cinta , atau karena pernah sakit harti, atau juga . cara untuk menghindari ilmu pelet ini, hindari makanan yang di berikan seseorang yang pernah kita sakiti, atau yang lagi mengejar-ngejar kita, atau ikuti kata hati anda, bissa juga dengan jalan setiap kali ada seseorang yang memberi sesuatu yang tidak biasa , kita ajak beberapa teman bersama menikmati makanan yang di berikan, karena dengan begitu ilmu peletnya akan memudar. 

2. Ilmu pelet melalui air ludah si korban , ini ilmu pelet yang luar biasa hebatnya . ilmu pelet ini banyak di miliki orang mantang (suku laut ) & sangat sulit di obati, yang saya dengar sekarang ilmu ini sudah merambah kemasyarakat yang bukan suku laut lagi (seperti kita) . cara menghindarinya , jangan pernah melakukan penolakan atau membenci seseorang dengan jalan meludahi dia entah itu karena kita kesal atau apalah lakukan hal yang wajar-wajar saja .

3. Ilmu pelet yang berasal dari tubuh korban , baik itu rambut, kuku, celana dalam , kotoran, biasanya dengan jalan diasapi, atau disimpan dalam wadah sesuatu tempat dll dari si pelaku . cara menghindari ini, jangan sepelekan barang-barang pribadi kita berserakan di tempat-tempat yang bissa diambil orang , kalau bekas potongan rambut kita baik di salon atau dirumah , itu tidak persoalan karena tidak begitu berbahaya & tidak bissa dijadikan bahan untuk memelet ,yang bissa jadi bahannya Cuma rambut yang bissa si pelaku cabut sendiri dari kepala kita .

4. Yang keempat masih dalam pencarian, saya masih belum sempat bertanya-tanya dengan para tetua & saya rasa beberapa info ini sudah cukup mewakili macam-macam ilmu pelet yang ada di kota saya ini, semoga tulisan ini ada manfaatnya buat para pembaca , terutama buat para generasi singkep selanjutnya.

jenis ilmu pelet dan penangkalnya

5.Asal Usul Pelet Marongge Sumedang

Pelet Marongge memang dahsyat & senantiasa diburu orang yang memerlukan. Pelet ini diyakini paling manjur dalam memikat asmara lawan macam. Ritual memperoleh pelet Marongge pun unik. Yakni dengan ziarah di makam Mbah Gabug, lampau berendam di Sungai Cilutung & membuang pakaian dalam.
Ilmu pelet adalah ilmu yang sering diburu orang. Diantaranya dari mereka yang sulit bertemu jodoh, usaha senantiasa rugi & peruntungan negatif. & ilmu pelet Marongge, lebih dikenal sebagai pemikat asmara. Ilmu pelet ini didasar ilmu yang berasal dari Ajian Si Kukuk Mudik, milik Mbah Gabug yang terkenal pilih tanding.

Bila ditelusuri lebih jauh, Ajian Si Kukuk Mudik berasal dari legenda keramat Marongge. Marongge sendiri sebenarnya nama sebuah dusun di Kecamatan Tomo, Kab Sumedang. Lokasinya di sebuah bukit yang berada di jalan raya Tolengas & Cijeungjing, berbatasan dengan Kec. Kadipaten, Kab. Majalengka & juga dekat bendungan Jatigede.
Menuju ke lokasi harus melalui jalan setapak yang cukup menanjak. Seratus meter kemudian terdapat kompleks pemakaman umum dusun Marongge. Di dalamnya terdapat tiga bangunan. Salah satunya paling dikeramatkan karena diyakini kuburan karuhun sebagai ujung dari asal-usul ilmu pelet Marongge. Tiada lain adalah makam Mbah Gabug, Mbah Stayu, Mbah Naibah & Mbah Naidah.

Setiap hari senantiasa saja ada yang berziarah ke lokasi ini, kecuali Selasa. Peziarah tampak membludak bila malam Jumat kliwon tiba. Saat itulah ritual nyacap ajian ilmu pelet Marongge dilakukan. Terkadang, pengunjung mencapai ratusan orang. Bahkan suatu kali pernah mencapai seribu orang ketika Jumat kliwon bertepatan dengan bulan Maulud.

Mbah Gabug

Mbah Gabug adalah perempuan ayu asal Mataram yang bermukim di Kampung Babakan, dekat Keramat Marongge sekarang. Di sanalah Mbah Gabung dahulu tinggal bersama tiga saudara wanitanya, Mbah Setayu, Mbah Naibah & Mbah Naidah. Keempat bersaudara ini dianugerahi paras yang ayu. Bahkan kecantikan mereka terkenal ke penjuru negeri. Sehingga tidak sedikit raja, pangeran & pemuda yang terpikat.

Namun, entah kenapa keempat gadis ayu rupawan ini senantiasa melajang. & itu pula yang mengundang rasa penasaran. Tersebutlah seorang raja bernama Gubangkala yang mengutus patih diiringi bala tentara untuk menemui & melamar paksa Mbah Gabug. Tapi niat buruk itu tercium. Mbah Gabug lampau bersemadi & mengerahkan segenap kesaktiannya.

Ketika rombongan tiba di gerbang dusun Babakan, mereka semua tertidur karena disirep Mbah Gabug. Tak berapa lama mereka dibangunkan kembali. Sang patih yang sombong, tak menyadari apa yang menimpa mereka & pasukannya. Ia tetap bersikeras menyampaikan permintaan raja & meminta Mbah Gabug sudi dipersunting Raja Gubangkala.

Menghadapi kepongahan sang patih, Mbah Gabug tetap tenang. Ia menyatakan bersedia dipersunting Raja Gubangkala, namun dengan satu syarat. Syaratnya adalah Gubangkala sanggup mengembalikan kuku (sejenis buah labu air) yang dibawa arus deras sungai Cilutung yang bermuara di sungai Cideres.

Mendapat tantangan itu, patih kembali menghadap Gubangkala. Sang raja yang angkuh itu pun bersedia meladeni tantangan kekasih hatinya, Mbah Gabug. Di sisi sungai Cilutung, keempat perempuan ayu itu menyaksikan kesaktian raja Gubangkala. Mbah Gabug melempar buah kukuk ke sungai & hanyut dibawa air deras. Gubangkala mengerahkan kesaktian untuk menarik kembali buah kukuk itu sehingga melawan arus.

jenis ilmu pelet dan penangkalnya

Namun hingga seluruh kesaktiannya terkuras, buah itu tak kunjung kembali. Ia pun akhirnya mengaku kalah, sambil meminta Gabug untuk menarik buah kukuk yang hanyut itu. Mbah Gabug dengan tenang mengeluarkan lokcan (selendang) yang dijuluki cindewulung itu & mengibaskannya tiga kali.

Sungguh menakjubkan, seketika buah kukuk yang telah hanyut dibawa arus itu kembali & akhirnya loncat ke sebuah batu cadas yang berbentuk meja. Hingga kini, batu cadas ini dikenal dengan nama cadas meja & masih bissa disaksikan di Kampung Parunggawul dusun Bonang, Kecamatan Kadipaten, Kab. Majalengka, yang berbatasan dengan lokasi Keramat Marongge berada.

Nama Marongge

Seperti diceritakan kuncen Marongge, Abdul Halim, upaya menaklukkan & mempersunting Mbah Gabug & ketiga saudaranya ini terus berulang. Namun mereka senantiasa menang & tetap hendak melajang. Konon, itu semua berkat selendang sakti berjuluk Cindewulung. Hingga suatu ketika, Mbah Gabug pergi tanpa pamit. Selama tiga tahun 41 hari Mbah Gabung menghilang.

Ketiga saudaranya mencari-cari hingga sampailah ke suatu hutan lebat. Di sana Mbah Gabug ditemukan dalam keadaan tafakur, bahkan seperti sudah hendak meninggal. & pada saat bersamaan, terdengarlah suara gaib. Suara itu memerintahkan tiga adik Mbah GAbung untuk mencari kilaja susu munding (buah mirip melinjo yang bentuknya sebesar pentil kambing). “Buah itu diperuntukkan sebagai obat untuk Mbah Gabug. Mereka pun menemukannya, & ramuannya diminumkan kepada Mbah Gabug,” tutur Abdul Halim.

Perlahan Mbah Gabug sembuh. Tapi terdengar lagi suara gaib. Kali ini empunya suara memperkenalkan diri dengan nama Haji Putih Jaga Riksa, penunggu Gunung Hade. Kemudian Mbah Gabug menyuruh ketiga adiknya menggali tanah bekas Mbah Gabug dahulu ditemukan terbaring. Setelah berakhir, Mbah Gabug masuk ke dalamnya & memerintah ketiga adiknya untuk menutup lubang dengan rengge (sejenis ranting bambu haur), setelah itu ketiganya disuruh pulang.

Karena penasaran dengan apa yang akan dilakukan kakaknya, ketiga saudara ini kembali ke tempat itu menjelang tengah malam. & mereka sungguh terkejut ketika dari tempat itu terlihat merong (sinar memancar). Akan tetapi tubuh Mbah Gabug tidak leihatan lagi. Akhirnya nama itu hingga kini disebut Marongge. Berasal dari kata merong & rengge. & sejak itu pula tempat itu dikeramatkan & dikunjungi banyak orang yang mengalami kesusahan.

Ajian Kukuk

Menurut kuncen Abdul Halim, mendapatkan ilmu pelet Marongge harus dengan mengikuti ritual yang berpuncak pada malam Jumat kliwon. Ritual itu disebut nyacap ajian (cara memperoleh ajian). Biasanya, sejak Kamis siang para peziarah sudah berdatangan. Mereka datang dari berbagai tempat. Menjelang malam mereka melakukan tawasul sambil mengungkap hajat masing-masing di sekitar makam Mbah Gabung dengan dipimpin kuncen.
Saat tengah malam, mereka berbaris & berjalan menuju Sungai Cilutung. Jaraknya sekitar 400 meter dari makam keramat Marongge. Dalam kegelapan malam, mereka bergerak melintasi jalan Tolengas-Cijeungjing, menyusuri jalan setapak, hingga mencapai Sungai Cilutung yang lebarnya 50 meter.

jenis ilmu pelet dan penangkalnya

Seluruh peserta turun ke sungai yang airnya tidak terlalu dalam. Sambil mandi & berendam, mereka membaca mantera yang diberi kuncen diiringi ungkapan supaya tercapai segala keinginan. Acara berendam ini, kata Abdul Halim, merupakan ritual yang paling penting dalam prosesi mendapatkan ilmu pelet Marongge.

& hingga mendekati akhir prosesi, mereka diharuskan melepaskan pakaian dalam, lampau dihanyutkan di sungai itu. Konon, ritual buang pakaian dalam itu sebagai bentuk membuang segala kesialan. Selepas itu, prosesi nyacap ajian ini pun berakhir. Ketika keluar dari sungai, para peserta menganggapnya sebagai memasuki babak baru dalam hidupnya. “Ada semacam semangat & keyakinan yang tumbuh. Kalau hendak jodoh mereka jadi percaya diri,” ungkap Abdul Halim.

Kabarnya, ketika berada di dalam air itu, seseorang yang beruntung kerap menemukan jodohnya seketika di tempat itu pula. Misalnya, entah kenapa tiba-tiba seseorang baik pria atau perempuan bissa berkenalan dengan pasangannya. & selanjutnya mereka pun berjodoh. Wallahu ‘alam bissawab.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *