kepercayaan suku dayak saat gerhana

kepercayaan suku dayak saat gerhana

GERHANA

Pada tanggal 15 April 2014 yang lalu terjadi gerhana bulan dibeberapa daerah di Indonesia, peristiwa gerhana bulan ataupun matahari merupakan peristiwa alam yang unik dan didalam beberapa kebudayaan memiliki makna yang khusus, demikian juga didalam kebudayaan Dayak. Berikut beberapa kepercayaan ketika terjadi gerhana:

kepercayaan suku dayak saat gerhana

1. Menurut budaya Dayak gerhana terjadi akibat bulan / matahari ditelan oleh sebuah makhluk gaib bernama RUHU, maka pada saat itu orang-orang Dayak akan membunyikan gong atau benda apa saja supaya bulan / mataharinya tidak lama hilangnya. Ada juga misal di kampung Tanjung Laong maka penduduk akan memukul lesung dengan irama tertentu ada juga dibeberapa suku Dayak Ngaju yang melantukan syair kisah-kisah epic atau disebut MANSANA.

LESUNG

2. Kepercayaan lain ketika terjadi gerhana bulan adalah ketika keluar harus menutup kepala dengan wajan – tujuannya agar jangan rambut memutih. Penulis maish ingat hal ini dilakukan ketika masih kecil di Palangkaraya.

3. Selain itu juga dipercaya saat gerhana inilah waktu yang tepat untuk mengeluarkan & membersihkan pusaka-pusaka minyak, sebab dipercaya pada saat terkena sinar bulan setelah terjadi gerhana maka akan menambah khasiat minyak-minyak ghaib ini. Minyak-minyak ini harus ditaruh pada wadah piring putih sebagai alas minyak-minyak ghaib ini dan ditaruh dibawah sinar bulan, bahkan dipercaya juga minyak-minyak yang sudah mulai kering dapat terisi kembali.

Minyak

4. Selain itu kepercayaan yang lain pada saat gerhana inilah waktu yang tepat untuk memukul-mukul pokok buah yang tidak pernah berbuah untuk membangkitkan GANA – ruhnya supaya pohonnya berbuah lebat.

kepercayaan suku dayak saat gerhana

5. Ada juga kepercayaan lain jika terjadi bulan purnama dan gerhana maka anak-anak jaman dahulu diajarkan untuk mencari UTIN TINGEN atau bagian yang tajam dari ilalang. Dipercaya pada saat terjadi gerhana bulan maka siapa yang memakan UTIN TINGEN ini maka ia akan memiliki daya ingat yang baik untuk pelajaran sekolah. Mungkin sebenarnya ini vara ornag tua dahulu untuk melatih keuletan anak-anaknya untuk mencari sesutu yang kecil dan yang bisa melukai tetapi kita harus bisa tetap duduk diam menunggu gerhana supaya anak-anak tidak menjadi orang yang pasrah.

Sumber: Hasil diskusi FoD – Dana Gambus, Hengky M Bahoy, Jnson Aza, Sergius Tigoi, Yesua Hendranata, David Hornbill, Tentri Marquez, Rodiaz Darwis,

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *