Polemik Tentang mahabbah VS Pelet

Polemik Tentang mahabbah VS Pelet
Polemik Tentang mahabbah VS Pelet

Polemik Tentang mahabbah VS Pelet

POLEMIK TENTANG MAHABBAH / PENGASIHAN/PELET/ PEMANIS/ PESERI DAN SEBAGAINYA.

Sudah menjadi pokok perbincangan dimana saja berada dan saya yakin dari pembaca sendiri sudah banyak melihat isi atau iklan tentang yang namanya: MAHABBAH. PENGASIHAN. PELET. ASIHAN. PESERI. PEMANIS. PEMIKAT. PESOLEK, dan entah nama/ kata apa lagi yang mirip/ persis dengan hal tersebut. Perlu anda ketahui, semua itu adalah SAMA! Saya berani katakana jika ada yang membedakan itu adalah persepsi ORANG PICIK YANG DANGKAL POLA PIKIRNYA DAN FANATIK!

Biasanya alibi orang orang yang membedakan adalah seperti ini:

 

  1. Lebih bagus Mahabbah, karna itu asalnya dari kalimah kalimah atau ayat ayat suci, dan tidak memaksa. Kalau Pelet itu kan memaksa kehendak kita kepada orang lain.
  2. Lebih baik Mahabbah daripada Pelet, karna pelet itu aliran kejawen/ bahasa yang belum diketahui artinya, yang gak tau asal usulnya, dan yang digunakan adalah Mantra mantra yang bukan dari Al-Qur’an.
  3. Lebih baik Pengasihan, karna cenderung halus bahasanya dan tidak kasar, tidak mengandung unsur Syirik karna yang namanya Pelet itu kan ilmu ilmu yang bukan dari ajaran ISLAM (AGAMA).
  4. Dan entah persepsi apalagi kata kata apalagi bahasa apalagi yang dilontarkan untuk menunjukan kalau ini adalah benar itu adalah salah dan sebagainya.

Saya simpulkan ala cepat saja, MAHABBAH. PENGASIHAN. PELET. ASIHAN. PESERI. PEMANIS. PEMIKAT. PESOLEK, dan entah nama/ kata apa lagi yang mirip/ persis dengan hal tersebut, adalah SAMA. Yaitu sama sama niat dan tujuanya adalah agar:

  1. Orang sayang sama kita
  2. Orang naksir sama kita
  3. Orang jahat jadi baik sama kita
  4. Orang tertentu suka/ jatuh cinta sama kita
  5. Agar kemana saja orang welas asih/ sayang sama kita

Jika masih saja berkelit dan dangkal, coba deh, kita ikuti bahasa orang bodoh saja yang gak ribet gak banyak aturan dan NETRAL. Karna untuk mencapai mufakat kita harus netral dari segala sesuatu, apapun itu. Gimana mau bijaksana menyelesaikan masalah? Kalau kita tidak bisa netral akan suatu urusan?

Jadi gini, ada beberapa penjelasan orang bodoh yang gak tau apa apa gak tau menau soal bahasa dan hanya cuman asal pake sarana Supranatural atau asal mengamalkan amalan/ ilmu tertentu, yang hanya dirubah kata kata awalnya saja, diantaranya:

  1. Saya mengamalkan amalan Mahabbah Do’a Nabi Yusuf/ Jimat Mahabbah Nabi Yusuf/ Minyak Mahabbah Nabi Yusuf agar orang banyak yang sayang sama saya, kemana mana saya dikasihi orang, dimudahkan dalam segala urusan, agar pasangan saya setia, agar kerjaan saya lancar tidak dipersulit, dan sebagainya untuk menunjang urusan saya, agar disukai orang banyak dan terutama agar mudah pendekatan terhadap orang lain terutama lawan jenis.
  2. Saya mengamalkan Ilmu Ajian Pelet Jaran Goyang/ Jimat Pelet Jaran Goyang/ Minyak Pelet Jaran Goyang agar orang banyak yang sayang sama saya, kemana mana saya dikasihi orang, dimudahkan dalam segala urusan, agar pasangan saya setia, agar kerjaan saya lancar tidak dipersulit, dan sebagainya untuk menunjang urusan saya, agar disukai orang banyak dan terutama agar mudah pendekatan terhadap orang lain terutama lawan jenis.
  3. Saya mengamalkan amalan Asihan Siti Fatimah/ Jimat Asihan Siti Fatimah/ Minyak Asihan Siti Fatimah agar orang banyak yang sayang sama saya, kemana mana saya dikasihi orang, dimudahkan dalam segala urusan, agar pasangan saya setia, agar kerjaan saya lancar tidak dipersulit, dan sebagainya untuk menunjang urusan saya, agar disukai orang banyak dan terutama agar mudah pendekatan terhadap orang lain terutama lawan jenis.
  4. Dan sebagainya kata kata awal namun ujung penjelasanya sama.

Jika kita perhatikan, apa sih intinya?
Apasih bedanya?
Apa persamaanya?
Apa tujuanya?

Sudah jelas kan, kalau SEMUA ITU SAMA SAMA BERTUJUAN AGAR orang banyak yang sayang sama saya, kemana mana saya dikasihi orang, dimudahkan dalam segala urusan, agar pasangan saya setia, agar kerjaan saya lancar tidak dipersulit, dan sebagainya untuk menunjang urusan saya, agar disukai orang banyak dan terutama agar mudah pendekatan terhadap orang lain terutama lawan jenis? Bukan begitu?

Namun dalam penjabaran yang sudah terbuka seperti ini, masih saja ada yan berkelit dengan beberapa alibi dan persepsi yang PICIK dan cenderung menyudutkan bahkan parahnya sampai MENDOKTRIN kalau pelaku/ pengamal/ pengguna sarana YANG SELAIN MAHABBAH seperti Pelet. Pengasihan. Ajian. Dan sebagainya yang tidak berbau islami itu adalah TIDAK BAIK. MEMAKSA. Dan sebagainya.

Persepsi itu adalah sebagai berikut, biasanya:

  1. Mahabbah itu kan dari Ayat Al-Qur’an, jadi Khodamnya itu jelas Khodam Suci yang bagus yang gak merepotkan yang gak berakibat fatal kepada diri sendiri. Malah bisa jadi Khodam nya golongan Malaikat. Kalau Ajian Pelet/ Asihan/ Pengasihan itu kan sejenis Mantra, yang dibaca juga rapalan rapalan dan jelas Khodamnya itu sebangsa JIN yang sesat.
  2. Mahabbah itu lebih baik karna kan kita memohon kepada Allah dengan keutamaan dari Al-Qur’an, jadi jelas itu adalah pertolongan Allah kalau memang dikabulkan. Kalau Ajian Pelet dan yang selain Mahabbah itu kan perolongan JIN. Karna mantranya jelas mengundang jin dari kebanyakan mantra yang ada.
  3. Dan sebagainya alibi alibi yang tujuanya menjatuhkan pengamal yang bukan MAHABBAH.

Baiklah, akan saya perjelas lagi, coba anda pikir secara akal sehat sesuai dengan dalil yang katanya anda selalu mengutamakan MAHABBAH yang katanya dari Ayat Al-Qur’an dan hadist menurut ajaran ISLAM.

Jika memang anda Ahli Agama. Ahli Ayat. Ahli Al-Qur’an. Ahli Hadis, sudah jelas dan sangat jelas sekali kalau disitu dijelaskan penjelasan seperti ini:

  1. TIDAK AKAN BERGERAK SATU DEBU-PUN TANPA ADANYA RIDHO (IJIN) ALLAH.
  2. AKU (ALLAH) MENGIKUTI PRASANGKA HAMBAKU.
  3. SEGALA SESUATU YANG BAIK ITU DATANGNYA DARIPADAKU (ALLAH). SEGALA SESUATU YANG BURUK ITU DATANGNYA DARIPADA NAFSUMU.

Dari kedua penjelasan di atas akan sedikit lagi saya jabarkan agar lebih gamblang dan terbuka. Agar pikiran PICIK dan pikiran DANGKAL serta pikiran FANATIK yang menggeluti anda bisa terbuka dan menjadi netral. Harap diperhatikan agar dapat mengerti dan memahaminya secara bijak menurut nalar dan hati anda. Karna segala sesuatu itu adalah HAQ jika dibenarkan dengan HATI dan AKAL yang SEHAT. Sesuai dengan HUKUM (HUKUM AKLI dan HUKUM NAKLI):

 

  • Yang namanya DEBU saja kalau mau bergerak, mau terbang, mau melayang kemana mana ketiup angina saja HARUS DAPAT IJIN DARI ALLAH. Bagai mana hal yang lain yang lebih besar atau lebih nyata dari pada DEBU?
  • Debu yang mau masuk kedalam hidung manusia yang bisa mengakibatkan flek paru paru juga mendapat ijin dari Allah untuk bisa terbang dan masuk kedalam paru paru manusia. Apalagi hal lain yang lebih besar dan lebih nyata dari debu?
  • Debu saja kalau mau terbang ke rambut dan akhirnya jadi ketombe dan membuat kulit kepala manusia jadi gatal saja harus mendapat ijin dan minta ijin dulu dari Allah, bagaimana dengan hal yang lebih besar dan lebih nyata dari pada debu?
  • Dari uraian Ayat diatas sudah dapat disimpulkan dengan nalar Logika kita, debu yang kecil seperti itu saja minta ijin dulu kepada Allah agar bisa terbang, lalu Allah mengijinkan dan akhirnya dia (debu) bisa terbang. Lha berarti hal lain yang ada di dunia ini, Manusia, Planet, Bumi, Matahari, dan sebagainya juga kalau mau bergerak itu pasti DI-IJINKAN (DI-RIDHOI) oleh Allah.
  • Malaikat yang katanya anda itu adalah Khodam baik dari Amalan Mahabbah juga bisa bergerak mendatangi anda juga jelas ATAS IJIN DAN RIDHO ALLAH. Jika Allah tidak meridhoi, jelas saja Malaikat itu tidak akan datang menjadi Khodam dari Amalan Mahabbah itu.
  • Begitu juga dengan Kodam Pelet/ Pengasihan/ Aijan lainya. Mereka bisa datang kepada anda dan menjadi Khodam itu karna IJIN DAN RIDHO ALLAH. Kalau Allah tidak Meridhoi jelas mereka tidak akan datang menjadi Kodam dari Ajian Pelet anda.
  • Mengenai hal kalau Khodam Malaikat itu bagus karna itu adalah Allah yang memerintah, serta Khodam Pelet itu jelek karna itu adalah Iblis/ Jin, silahkan anda pahami lagi baca ulang dari atas. Jika masih saja dangkal pikiran anda, silahkan simak lagi penjabaran ini.
  • Sudah jelas bahwa segala sesuatu itu bisa bergerak karna adanya IJIN dan RIDHO Allah, maka baik itu JIN, IBLIS, SETAN, MALAIKAT semua bisa bergerak karna IJIN dan RIDHO Allah, kan?
  • Jadi semua itu apakah baik atau semua itu apakah buruk ataukah semua itu ada yang baik atau ada yang buruk?
  • Sudah jelas, semua itu adalah BAIK, karna semua itu datang karna RIDHO dan IJIN ALLAH.
  • Jika anda tetap kekeh kalau ada yang baik dan ada yang salah, jelas saja anda beranggapan kalau JIN itu salah karna JIN adalah kaki tangan iblis. Tapi jika anda paham, JIN bisa datang kepada anda karna IJIN dan RIDHO Allah, apakah anda masih saja kekeh kalau JIN itu Jahat? Bagaimana anda bisa bilang JIN itu jahat, sedangkan JIN membantu anda agar orang banyak yang sayang sama anda, kemana mana anda pergi selalu dikasihi orang, dimudahkan dalam segala urusan, membantu anda agar pasangan anda setia, agar kerjaan anda lancar tidak dipersulit, dan sebagainya untuk menunjang urusan anda, agar disukai orang banyak dan terutama agar mudah pendekatan terhadap orang lain terutama lawan jenis? Berarti anda itu TIDAK TAU TERIMAKASIH donk, MUNAFIK dan tidak tau diri. Sudah dibantu kok malah menyalahkan JIN. Sedangkan JIN bisa datang karana IJIN dan RIDHO Allah, berarti secara tidak langsung anda justru menyalahkan ALLAH.
  • Dan jelas saja Allah mengikuti Prasangka anda kalau anda berfikir JIN itu jahat, maka Allah juga mengikuti prasangka anda. Begitu juga dengan Malaikat, jika anda beranggapan Malaikat itu baik jelas saja Allah juga mengikuti Prasangka anda. Menurut penjelasan Ayat nomer 2 diatas.
  • Sedangkan jika anda berfikir lebih bijak lagi, kalau yang namanya menyalahkan segala sesuatu itu adalah atas dasar dorongan hawa nafsu, maka sudah jelas anda tergolong orang orang yang ada dalam penjelasan Ayat nomer 3 diatas. Anda bisa menyalahkan JIN karna adanya dorongan keinginan untuk menyalahkan, sedangkan yang namanya menyalahkan itu adalah atas dasar dorongan HAWA NAFSU YANG JELEK.
  • Yang lucu lagi, ada penjabaran yang seperti ini. Si A hafal Surah Yasiin, namun karna si A merasa selalu dihina oleh si B, maka si A menggunakan Surah Yasiin untuk mencelakai si B. yang katanya menurut anda Khodam Surah dari Al-Qur’an itu adalah Malaikat yang baik, kok dia mau sih disuruh untuk mencelakai orang? Bahkan sampai mati. Gimana menurut logika anda? Yang salah itu Khodam Malaikatnya ataukah Allah yang Meridhoi dan mengijinkan ataukah Surah Yasiin nya ataukah si A
  •  Nah ada lagi penjabaran kalau si C itu adalah orang kampung yang gak tau Agama dan banyak sekali Ilmu Ajian yang tidak berasal dari Al-Qur’an yang bahasanya tidak diketahui asal usulnya, yang jelas menurut anda itu Khodamnya adalah JIN kaki tanganya IBLIS. Tapi si C ketika dimintai tolong oleh si D untuk mengobati penyakit nya yang sudah berobat kemana mana tidak juga sembuh, tapi ketika di Mantrai oleh si C yang menggunakan Ajian yang Khodamnya JIN, ternyata sembuh. Lha menurut logika anda gimana? Apakah baik ataukah jahat? Ya jelas baik donk, jangan ragu dan selalu mempertahankan nafsu anda yang picik itu, dangkal dan tidak netral terhadap penjelasan orang lain.
  • Jika anda sudah tau seperti itu, apakah anda masih berpihak, ataukah anda netral? Berpihak kepada siapa? Malaikat di pakai untuk mencelakai orang, atau JIN yang dipakai untuk membantu menyebuhkan penyakit orang?

Nah jadi jelaslah sudah sedikit share yang saya utarakan disini, semoga bisa menjadi bahan renungan bagi pembaca dan menambah ilmu pengetahuan yang tadinya tau, menjadi lebih tau lagi. Orang bisa menyalahkan karna orang itu belum tau ilmunya. Sama dengan halnya dulu si kembar adik berkakak yang menciptakan pesawat terbang, mereka memberi tau kepada orang kalau mereka berdua telah membuat pesawat terbang yang bisa digunakan agar orang bisa terbang di udara. Apa tanggapan orang yang mendengarkan penjelasanya? Mereka semua tertawa terbahak bahkan mendokrin dan memfonis si kembar itu GILA. Tapi ketika sudah dijelaskan secara terperinci dan didemonstrasikan di depan umum, semua orang yang melihat bahkan sampai ada yang menyanjung dan tunduk takluk tak bisa bicara karna melihat sesuatu yang belum pernah dilihatnya. Yah walaupun dulu si kembar hanya bisa terbang di udara selama 18 detik lebih saja, itu tetap saja bisa terbang.

Sama juga orang yang mau menciptakan telpon, ketika dia berbicara kepada orang lain kalu dia bisa membuat telpon yang bisa digunakan untuk bisa berbicara jarak jauh, orang mengangapnya GILA. Tapi ketika sudah dibuktikan dan dijelaskan, malah orang yang menganggap gila itu juga menggunakan telpon buatan orang tersebut. Itulah gunanya share dan berbagi. Karna apa yang saya tau, belum tentu anda tau. Begitu juga sebaliknya, apa yang anda tau, belum tentu saya tau. Dan apa yang anda tau belum tentu seutuhnya anda ketahui, karna ada yang lebih jelas lagi penjelasanya.

Dalam hal ini, mengenai Pelet/ Mahabbah memang berbeda beda takaran harganya (mahar), sudah barang tentu itu adalah nilai dari ketepatan, power, kecepatan dan ketangkasan masing masing sipembuat sarana/ pengamalnya sendiri. Tidak bisa disamakan antara satu dengan yang lainya. Karna sudah berang tentu, sama sama Nasi Gorengnya, tapi beda Rasanya. Walupun sama judulnya, tampilanya, isi yang disajikan bahkan resep pembuatanya.

Polemik Tentang mahabbah VS Pelet Salam Persaudaraan..

paling dicari: