ramuan herbal kalimantan

ramuan herbal kalimantan

Obat tradisional atau yang biasa disebut jamu atau disebut ramua-ramuan telah diakui keberadaannya sejak zaman dahulu baik di Indonesia maupun negara-negara lainnya dan sampai sekarang tetap dimanfaatkan dan bahkan cenderung meningkat. Di Indonesia ramu-ramuan berbahan tumbuhan obat digunakan untuk meningkatkan kesehatan (promotif), memulihkan kesehatan (rehabilitatif), pencegahan (preventif) dan penyembuhan (kuratif). Namun eksistensinya belum dapat disetarakan dengan pelayanan pengobatan modern dengan menggunakan obat kimia, karena memang belum seluruhnya teruji keamanan dan manfaatnya. Selama ini kebanyakan manfaat dan pengembangannya hanya dari data empiris dan dari pengalaman yang diwariskan dari generasi ke generasi. Ramuan-ramuan tersebut menggunakan tumbuhan asli dari wilayah setempat dimana masyarakat berada.

Di Indonesia ada lebih dari 30.000 jenis tumbuhan yang terdapat di bumi Nusantara ini, dan lebih dari 1000 jenis tumbuhan obat yang dimanfaatkan dalam industri obat tradisional, dan beberapa simplisia yang telah banyak dipakai oleh industri obat tradisional sebagai bahan baku untuk memperoduksi obat tradisional/ obat bahan alam.

Keanekaragaman hayati Indonesia cenderung menyusut akibat perubahan penggunaan lahan dari hutan ke penggunaan lain, seperti pertanian, perindustrian, pemukiman, fasilitas perkotaan dan sebagainya. Kekayaan sumber daya hayati tumbuhan Negara kita merupakan tertinggi di dunia. Dari sekitar 25.000-30.000 jenis flora Malesia (Malaysia, Indonesia, Filipina dan Papua), pulau Kalimantan memiliki sekitar 10.000-15.000 jenis tumbuhan. Dibandingkan dengan semenanjung Malaysia yang hanya memiliki sekitar 8.500 jenis; Sumatra 8.000 jenis; Filipina 7000 jenis dan Papua 9000 jenis.

ramuan herbal kalimantan

Keanekaragaman hayati berbagai jenis yang luar biasa di Pulau Kalimantan ini sedang dalam proses kepunahan dengan kecepatan yang sangat tinggi akibat pembalakan, pertambangan batubara, konversi menjadi perkebunan sawit dan lainnya. Hal ini berarti kita sedang kehilangan plasma nuftah yang akan hilang selamanya dan banyak di antaranya yang belum sempat dipelajari dan dimanfaatkan. Hal ini berarti telah dan sedang terjadi krisis biologi di kawasan kita. Kita harus bergerak dan aktif melakukan pengelolaan sumber daya alam hayati secara rasional dan berkelanjutan. Beberapa jenis dan habitat memerlukan perlindungan khusus, sedangkan yang lain dapat dimanfaatkan untuk memberikan keuntungan yang terus menerus bagi manusia.

POTENSI TUMBUHAN OBAT

Hutan di Kalimantan Timur khususnya di wilayah perbatasan negara memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan seperti:

1. Pohon Angsana (Pterocarpus indicus)
Angsana (Pterocarpus indicus), merupakan salah satu pohon tumbuh di hutan Kalimantan terkhusus di Kalimantan Timur yang banyak digunakan oleh manusia terutama bagian kayunya. Kayu dari pohon angsana ini memiliki nilai ekonomi yang baik dipasar dunia. Pohon angsana (Pterocarpus indicus) adalah sumber obat alami untuk menyembuhkan infeksi kulit akibat jamur. Bagian-bagian dari pohon angsana seperti bagian kulit, daun dan getah bisa digunakan sebagai obat alternatif untuk menyembuhkan beberapa jenis penyakit seperti batu ginjal, sariawan dimulut (memanfaatkan bagian kulit), kencing manis, bisul, menyuburkan rambut, dan untuk mengendalikan tumor dan kanker (memanfaatkan bagian daun), dan penyembuh luka dan sariawan mulut (memanfaatkan bagian getah sebagai obat luar).

2. Akar Kuning (Fibraurea chloroleuca)
Tumbuhan akar kuning ini termasuk tumbuhan obat yang sulit dicari. Pohon akar kuning di Indonesia terkenalnya dari pulau Kalimantan Timur khususnya di wilayah utara. Manfaat akar kuning dapat digunakan sebagai obat antikanker maupun obat antimalarial. Selain itu kegunaan akar kuning juga bisa bermanfaat untuk obat hepatitis, cacar, menambah daya tahan tubuh/meningkatkan daya dan stamina tubuh secara alami dan memperbaiki fungsi hati, manfaat akar kuning dapat juga untuk obat cacing, mengurangi dan mencegah gangguan pencernaan dalam tubuh.

3. Bintangur (Calophyllum lanigerum)
Di Indonesia, keberadaan tumbuhan ini banyak kita jumpai di kawasan Kalimantan cukup besar. Keistimewaan tanaman ini adalah terbukti bisa digunakan sebagai penghambat pertumbuhan virus HIV. Seperti kita ketahui, Sejumlah obat telah diluncurkan di pasaran untuk menghambat proses pertumbuhan virus HIV sehingga penderita AIDS bisa memiliki waktu lebih banyak untuk menghabiskan sisa umurnya. Dan tak semua penderita AIDS berkantong tebal untuk bisa membeli obat penghambat pertumbuhan virus HIV yang tergolong mahal ini. Namun, dengan adanya kehadiran tumbuhan ini dapat dijadikan obat penghambat virus HIV yang kita tahu sangat mematikan. Tumbuhan bintangur ini mengandung senyawa costatolide dalam getah daunnya. Hasil penelitian menunjukkan senyawa castotolide A cukup efektif menekan pertumbuhan virus HIV.

4. Pohon Lansat (Lansium domesticum)
Para ilmuwan telah menemukan agen anti malaria yang ampuh dan sebelumnya tidak dikenal luas pada kulit batang pohon langsat (Lansium domesticum), yang sebelumnya secara tradisional telah digunakan oleh masyarakat Dayak Kenyah di Kalimantan untuk menyembuhkan malaria. Senyawa tersebut – triterpenoid – dalam uji laboratorium mampu membunuh parasit malaria pada manusia – Plasmodium falciparum.

5. Mangrove (Xylocarpus granatum)
Tumbuhan ini banyak tersebar diwilayah pesisir dan muara diwilayah Kalimantan. Biji mangrove jenis Xylocarpus granatum dengan kandungan flavonoid dan tanin berperanan penting di dalam mencegah terjadinya kanker kulit akibat sengatan sinar matahari. Biji mangrove didestruksi dan kemudian dibuat ekstraknya dan dicampur dengan bahan lainnya berguna sebagai krim tabir surya ( sun protector factor).

6. Gadung (Dioscorea sp)
Tanaman Umbi gadung tidak dapat dimakan langsung karena mengandung racun. Umbi gadung dikenal sangat beracun, sepotong umbi sebesar apel dapat membunuh seorang pria dalam waktu enam jam. Efek pertamanya terasa tidak nyaman di tenggorokan, lalu terasa terbakar, kemudian terasa pusing, muntah darah rasa tercekik, mengantuk dan kelelahan. Namun demikian umbi gadung masih dapat dimanfaatkan untuk obat luar. Parutan umbi gadung ini dapat digunakan untuk mengobati penyakit kusta tahap awal, kutil, kapalan dan mata ikan, mengobati luka-luka akibat penyakit syphilis, irisan dari umbi gadung dioleskan untuk mengurangi kejang perut dan kolik, menghilangkan luka bernanah. Arthritis dan reumatik dapat di olesi Parutan gadung, untuk membersihkan luka binatang yang dipenuhi belatung.

7. Pacing (Costus spesiosus (Koenig) J.E Smith )
Meskipun tumbuhan ini banyak tumbuh di pulau jawa dan Sulawesi namun ditemukan pula tumbuh di pulau Kalimantan. Tumbuhan digunakan sebaga obat kehamilan/kontrasepsi dan Seluruh bagian tumbuhan digunakan sebagai obat luar untuk luka akibat digigit ular atau digigit serangga. Juga digunakan sebagai obat disentri. Daun digunakan sebagai obat radang selaput lendir mata. Daun yang masih muda juga digunakan untuk menyuburkan rambut. Batang digunakan sebagai obat demam dan disentri. Empulur batang untuk mendinginkan mata pada penderita cacar.

8. Hanjalutung (Alstonia scholaris L.)
Tumbuhan Hanjalutung tersebar di seluruh Nusantara. Di Kalimantan pulai tumbuh di hutan primer, hutan campuran dan hutan kecil di pedesaan, ditemukan dari dataran rendah sampai 900 m dpl. Tumbuhan ini dapat menyembuhkan berbagai macam penyakit seperti: Demam, malaria, limfa membesar, batuk berdahak, diare, disentri, ; Kurang napsu makan, perut kembung, sakit perut, kolik, anemia; Kencing manis (diabetes melitus), wasir, gangguan haid, bisul; Tekanan darah tinggi (Hipertensi), rematik akut, borok (ulcer); Beri-beri, masa nifas, payudara bengkak karena ASI; serta untuk obat kuat/vitalitas.

ramuan herbal kalimantan

9. Tumbuhan Sarang Semut (Mymercodia sp.)
Penyebaran tumbuhan sarang semut banyak ditemukan, mulai dari Semenanjung Malaysia hingga Filipina, Kamboja, Sumatera, Kalimantan (paling banyak ditemukan di pedalaman Krayan), Jawa, Papua, Papua Nugini, Cape York hingga Kepulauan Solomon. Tumbuhan Sarang Semut (Myrmecodia pendens) merupakan salah satu tumbuhan epifit dari Hydnophytinae (Rubiaceae) yang dapat berasosiasi dengan semut. Tumbuhan ini bersifat epifit, artinya tumbuhan yang menempel pada tumbuhan lain, tetapi tidak hidup secara parasit pada inangnya, hanya sebagai tempat menempel. Tumbuhan ini digunakan sebagai antibiotik dengan mengganggu fungsi dari mikroorganisme seperti bakteri atau virus. Fungsi flavonoid sebagai antivirus telah banyak dipublikasikan, termasuk untuk virus HIV (AIDS) dan virus herpes. Selain itu, flavonoid juga dilaporkan berperan dalam pencegahan dan pengobatan beberapa penyakit lain seperti asma, katarak, diabetes, encok/rematik, migren, wasir, dan periodontitis (radang jaringan ikat penyangga akar gigi). Penelitian¬-penelitian mutakhir telah mengungkap fungsi-fungsi lain dari flavonoid, tidak saja untuk pencegahan, tetapi juga untuk pengobatan kanker.

10. Kantong Semar (Nephentes sp).
Tanaman ini termasuk dalam Genus Nepenthes yang merupakan tumbuhan karnivora di kawasan tropis Dunia Lama, kini meliputi negara Indonesia (55 spesies, 85%), Tiongkok bagian selatan, Malaysia, Filipina, Madagaskar, Seychelles, Australia, Kaledonia Baru, India, dan Sri Lanka. Habitat dengan spesies terbanyak ialah di pulau Kalimantan Khususnya di kalimantan Timur (Pedalaman Krayan dan sekitarnya). Selain sebagai tanaman hias tumbuhan ini digunakan sebagai obat batuk.

Selain itu, dipedalaman Kalimantan potensi non kayu cukup dominan seperti beberapa jenis Rotan, Getah Jelutung, beberapa jenis Damar, Kemedangan, Biji Tengkawang, Kulit Kayu Gemor, Gaharu, Sirap. Hutan di Kalimantan Timur Khususnya di daerah perbatasan negara juga memiliki potensi yang cukup menjanjikan akan tanaman/tumbuhan obat-obatan lebih dikenal luas oleh masyarakat, seperti Pasak Bumi, Saluang Belum, bawang dayak, pohon Bila, Kayu Ulin, Pule Landak, Alang-Alang, Lamtoro, Meranti, Cemara Gunung, Putri Malu, Sirih Merah, pinang, serta jenis rumput-rumputan. Penggunaan tumbuhan ini dapat dijadikan obat dalam bentuk ramu-ramuan maupun penggunakan tumbuhan secara tunggal baik berbentuk segar maupun yang telah dikeringkan oleh masyarakat setempat. Beberapa contoh ramu-ramuan yang digunakan adalah sebagai berikut ini:

a. Nama Obat “Ramuan Keputihan”, wujud obat padat, bentuk sediaan atau ramuan yang berupa ramuan dengan komposisi akar alang-alang, putri malu, daun sirsak, daun bila (maja) dll. Kegunaan ramuan: menghilangkan keputihan, menghilangkan bau badan tidak sedap, mengencangkan otot kewanitaan, menghilangkan gatal-gatal, melancarkan haid. Cara penggunaan dengan cara direbus dengan dosis 3 kali sehari.

b. Nama Obat “Ramuan meningkatkan kecerdasan anak” wujud obat padat, bentuk sediaan berupa ramuan menggunakan brotowali dan senggani yang telah dikeringkan yang berguna untuk meningkatkan kecerdasan anak. Cara penggunaan batang brotowali kering direbus lalu air rebus diminum 2 kali sehari yaitu pagi dan sore.

c. Nama Obat “Ramuan kembali perawan” wujud obat padat, bentuk sediaan atau ramuan berupa ramuan dengan komposisi kumis kucing, putri malu, daun bila, kulit kayu lengket. Kegunaan untuk mengencangkan payudara dan otot kewanitaan, kembali seperti perawan. Cara penggunaan dengan cara direbus diminum 2 kali sehari.

d. Nama Obat “Ramuan Penambah Vitalitas” wujud obat padat, bentuk sediaan berupa ramuan dengan komposisi kulit batang pule, biji pinang, biji lamtoro, dan biji rambutan yang telah dikeringkan berguna untuk menambah vitalitas pria dan tahan lama, Cara menggunakan bahan direbus lalu diminum secara rutin sekitar satu jam setelah makan.

ramuan herbal kalimantan

e. Nama Obat “Ramuan Obat Kuat Lelaki” wujud padat, bentuk sediaan berupa ramuan menggunakan akar pasak bumi dan kulit kayu hanjalutung/pule yang telah dikeringkan, berkhasiat sebagai obat kuat/afrodisiaka. Cara menggunakan campuran akar pasak bumi dan akar ginseng direbus lalu air rebusan diminum sekitar 30 menit sebelum berhubungan.

f. Nama Obat “Ramuan Obat Kuning”, wujud obat padat, bentuk sediaan berupa ramuan dengan komposisi menggunakan akar kuning, akar alang-alang yang telah dikeringkan. Cara menggunakan tumbuhan akar kuning (yang digunakan adalah akarnya) dan akar alang-alang direbus diminum 2-3 kali sehari.

g. Dan masih banyak ramu-ramuan yang lainnya yang belum dimasukkan dalam tulisan ini.

ramuan herbal kalimantan

PENUTUP

Inilah salah satu keunggulan Indonesia yang dikenal sebagai salah satu negara yang mempunyai “mega diversity” jenis hayati dan merupakan “mega center” keanekaragaman hayati dunia. Kalimantan Timur memiliki variasi kondisi fisiografi mulai dari datar sampai berbukit, mampu menunjang kehidupan flora, fauna dan mikro organisme yang beranekaragam, serta sebagian besar tersebar di daerah pedalaman perbatasan negara. Oleh sebab itu perlu mempertimbangkan pelibatan masyarakat setempat, pemilihan jenis tumbuhan tersebut apakah berguna bagi masyarakat, kesesuaiannya dengan iklim mikro, dan lain-lain. Dalam kaitan tersebut, kita harus bersama-sama memahami terlebih dahulu potensi untuk membantu kesejahteraan manusia meliputi pengembangan tumbuhan obat, budidaya dan industri. Thomas Jefferson, 1821 mengatakan bahwa pelayanan terbesar yang dapat diberikan oleh suatu negara adalah meningkatkan pembudidayaan tumbuhan yang berguna (tidak hanya terbatas pada pemenuhan kebutuhan sandang, papan, dan pangan. Tetapi juga yang terpenting bagi kesehatan yaitu sebagai bahan baku obat-obatan).

paling dicari:

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *